Mengantar Sepi

Malam ini seperti malam kemarin. Dingin. Aku membayangkan betapa nyamannya jika aku bersembunyi di balik selimut dan membaca novel hingga tertidur. Tapi, malam ini aku sudah terlanjur janji. Mengantar Sepi pulang ke rumah kekasihnya. Aku tak mengenal baik siapa kekasih Sepi. Tapi karna Sepi adalah kawan baik, maka aku dengan senang hati mengantarnya.

Di perjalananku bersama Sepi yang singkat ini, aku menemukan sesuatu yang sebelumnya aku tak tahu tentang Sepi. Dia ternyata seorang yang tegar dan jujur. Mengingat betapa polosnya dia mengartikan cinta yang dimaknainya antara dia dan kekasihnya. Betapa Cinta merupakan sesuatu yang ajaib dan pengikat dua hati yang mempunyai berbagai perbedaan, namun menjadi indah ketika Cintalah yang menyatukan.

Baginya, Cinta adalah sebagian kecil dari cerita manis yang ingin dibaginya bersamaku. Cinta adalah sebuah kisah yang tak pernah lekang oleh waktu. Dan sebelum kami berpisah malam itu, dia berkata…”Suatu saat kamu akan tahu bagaimana cinta akan mengubah segalanya. Bahwa cinta mampu membuat hatimu yang dingin menjadi hangat kar’na sentuhannya.”

Dan malam itu sepulangnya aku mengantar Sepi, aku mulai memikirkan banyak hal.

:march 31 2008 22:23

Advertisements