rakyat menangis

Orang-orang berjas, tampak berwibawa dan katanya intelektual itu berbicara pada kami, “Kami adalah wakil rakyat. Kami akan mendengar semua yang jadi keluhan rakyat. Jangan takut. Percayakan semuanya pada kami.”
Rakyat bodoh macam kami lantas percaya-percaya saja. Apalagi penampilan dan ucapan mereka sangatlah meyakinkan. Kami hampir tidak bisa membedakan mana janji, mana omong kosong. Kami hanya minta keadilan dan kesejahteraan. Itu saja. Tapi kenapa dalam 10 tahun ini semua seakan janji bualan saja? Apakah orang-orang yang katanya wakil rakyat itu hobinya memang membual?
Rakyat menangis. Perih akibat luka yang makin memborok. Luka yang tertanam lama menunggu keadilan namun yang didapatnya tidak lebih dari sebuah janji kosong.
Rakyat menangis. Dan airmata tidaklah cukup mengatakan semuanya.

(Menilik 10 Tahun Reformasi)

Advertisements