Musik Beda Generasi

Tiap kali nonton nidji nyanyi di tipi, bokap gue pasti ngomong gini, “Nyanyi apa itu? Apa yang mau di denger dari musik kayak gitu? Mending dengerin Ebiet aja.”

Dan bokap gue bakal komentar hal yang sama tiap kali gue liat acara2 musik band di tipi, yang mungkin diliat bokap gue ngga lebih dari sekedar suara hingar bingar musik yang bikin kuping sakit tiap kali nge-dengernya.

Yah beh, jangan samakan donk Ebiet sama band2 anak muda sekarang. Yah, beda atuh. Musik sekarang memberikan lebih banyak pilihan aliran musik. Jazz, pop, rock, R&B, hiphop, belum termasuk perpaduan musik seperti pop-rock dan laen2. Generasi sekarang kreatif dalam menciptakan musik (bukan berarti gue mengatakan musik dulu ngga kreatif ya). Bergantinya generasi ke generasi adalah proses pembelajaran. Dan seandainya sekarang musik yang kita nikmati sama saja dengan musik jaman dulu, itu artinya musisi-musisi kita tidak belajar, tidak inovatif dan cenderung monoton. Padahal tau sendiri yang namanya monoton itu membosankan. Kalo pun akhirnya musik sekarang mempunyai banyak aliran musik, itu berarti musik di tanah air hidup dan berkembang menjadi sebuah karya kreatif dan ini artinya banyaknya musisi-musisi berbakat yang bermunculan. Ini yang patut kita banggakan.

Dan sesuai dengan dinamika dan arus globalisasi, musik kini tidak hanya sekedar bagian dari industri bisnis semata tetapi menjadi sebuah kebutuhan masing-masing orang untuk mengapresiasikan dirinya atau oleh sebagian orang musik dijadikan sebagai filosofi hidupnya, “Music is My Life.”

Terlepas dari itu, gue juga mengagumi karya2 Ebiet G. Ade. Lagu-lagunya bercerita tentang cinta, isu-isu sosial, dan kemanusiaan. Tapi lagu cinta disini bukanlah lagu cinta yang cengeng dan mendayu-dayu. Namun lagu cinta yang indah yang disampaikan oleh lirik yang puitis (bukan gombal). Beda memang dengan lirik2 lagu anak muda sekarang. Yang mungkin gue akui, musik yang dinikmati dan laris sekarang cenderung mengusung lirik yang cengeng dan mendayu-dayu. Terkesan membosankan. Tapi justru itu yang laris manis di pasaran. Gue ngga bilang smua seperti itu. Bagaimanapun sebuah karya dan juga musisinya kan juga harus dihargai. Yah, sejauh ini gue salut sama perkembangan musik di tanah air. Terus berkarya dan semakin kreatif 🙂

Advertisements