Archive | #30harimenulis RSS feed for this section

Hari 16#: 9.35

26 Nov

9.35 atau 21.35 wib adalah waktu gue tadi nyampe di Jogja. Terakhir pulang ke Jogja mungkin akhir bulan lalu. Sejak peristiwa Merapi yang terjadi beberapa waktu yang lalu, akhirnya gue baru sempat ke Jogja, dan hari ini tepat 1 bulannya peristiwa duka Merapi itu terjadi.

Kelar kerjaan setengah 4 sore, gue pun bergegas ingin segera pulang. Gue pergi ke agen Joglo Semar di Jl. Pemuda, ternyata sudah penuh semua sampai malam. Akhirnya, gue pun buru-buru ke agen satunya yang ada di Jl. Setia Budi. Sekitar 20 menit-an untuk gue sampai kesana, dan disana pun gue masih harus mengantri untuk dapat giliran mendapatkan informasi tiket dan jam keberangkatan.

Nyampe di agen jam setengah 5 sore dan gue pun akhirnya dapat tiket ke Jogja jam 6 sore. Gue pun harus menunggu dan menunggu, sampai si bis datang. Yang gue sebelin hari ini adalah gue lupa bawa buku, huhu. Jadilah tadi gue menunggu bis dengan nonton berita dan infotainment. Sisanya dipakai menikmati pemandangan sekitar dengan sibuk bergumam dalam hati, “Eh, si mbak ini cantik.” “Duh, itu flat shoes mbaknya kok lucu ya.” “Wah, tampang si mas itu lumayan, tapi nggak ah, rambut dia nggak oke.” Dan komen-komen nggak penting lainnya, yang sayangnya cuma gue batin aja. Coba lagi bareng sama temen cewek, pasti jauh lebih asik, dan malah bisa jadi acara bergosip sore hari yang seru. :p

Bis pun datang nggak on time, jadilah gue baru berangkat sekitar jam setengah tujuh-an malam. Perjalanan ke Jogja gue pakai buat tidur, dan melihat pemandangan luar yang gelap dan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Rencana 3 hari 2 malam gue ada disini, balik ke Semarang minggu siang. Pokoknya gue mau puasin main disini, semoga aja temen-temen gue nggak pada sibuk.

9.35 hari ini, nggak ada yang istimewa, hanya saja gue seneng bisa ada di rumah, meski disambut dengan kamar gue yang berantakan. Sejak pindah ke Semarang, kamar gue seringnya dipakai sama Edo, adek gue. Jadilah kamar ini berubah menjadi kamar yang metal. Baju disana dan disini dan juga tumpukan buku-buku lama jaman semester berapa itu milik Edo.

Tadinya gue nggak mau posting, karena pengin cepetan tidur. Tapi akhirnya gue paksain nulis juga, meski hasilnya terlihat sebagai tulisan yang maksa, hanya demi memenuhi #3oharimenulis ini. Haha.

Ya sudah, off to bed. Nitey, my friends. :)

Hari 15#: Abu-abu

25 Nov

Kemarin saat selesai menjemur pakaian (hahay), aku memperhatikan pakaian-pakaian yang tergantung itu. Ternyata, aku punya banyak baju berwarna abu-abu. Abu-abu adalah warna kesukaanku, selain merah dan ungu.

Kata orang, warna mencerminkan kepribadian seseorang. Hmm, mungkin benar. Mungkin ada sisi diriku yang tampak abu-abu.

Abu-abu adalah warna yang samar-samar. Warna yang tidak mencolok, tapi juga bukan warna yang pudar.

Abu-abu, melihatkan sisi optimis yang kadang bisa sangat pesimis.

Abu-abu, kadang tidak jelas maunya apa. Menjadi abu-abu, seakan memperlihatkan diri ini tidak bisa memilih. Tapi kadang, dengan menjadi abu-abu, itu sudah merupakan sebuah pilihan.

Abu-abu, bisa menjadi teman siapa saja, karena dia netral.

Abu-abu, kadang sangat ceria, tapi juga bisa mendadak murung.

Abu-abu, hidupnya hanya mengikuti alur saja. Dia kadang menjadi orang yang tidak berprinsip, membuat  orang-orang disekitarnya merasa kesal (atau kasihan?). Karena katanya, hidup itu harus punya tujuan, jangan asal mengalir saja.

Abu-abu, mungkin bukan warna favorite sebagian orang, tapi seharusnya juga tidak menjadi warna yang lalu tidak disukai. Menjadi abu-abu, mungkin membuat sebagian orang merasa kesal atau gemes, tapi menjadi abu-abu juga merupakan sebuah pilihan kan, saat kamu tahu bahwa hanya dengan menjadi abu-abu, kamu merasa nyaman, karena menjadi dirimu sendiri.

Hari 14#: The Bucket List

25 Nov

*Semalam karena capek dan ketiduran, akhirnya membuat gue nggak posting tulisan. Nah, hari ini gue bayar dengan 2 postingan. Ini dispensasi terakhir. Udah nggak bisa pakai dispensasi lagi nih, soalnya cuma dikasih 3 kali dispensasi. Jadi, kalau besok-besok gue nggak nyetor 1 hari 1 tulisan, maka gue dinyatakan gagal ikut tantangan #30harimenulis ini. Huhu.

Apa yang kamu lakukan jika kamu tahu bahwa hidupmu tidak akan lama lagi? Putus asa dan pasrah menerima nasib? Yang pasti hal itu tidak terjadi dengan 2 pria paruh baya, Edward Cole (Jack Nicholson) dan Carter Chambers (Morgan Freeman). Mereka memilih melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk menghabiskan sisa waktu hidup mereka. The Bucket List, sebuah film drama yang membuat kamu tersenyum, tertawa dan menangis secara bersamaan, lalu berkata, “Hidup terlalu singkat, jadi lakukan apa yang ingin kau lakukan, selagi ada kesempatan.”

Edward Cole dan Carter Chambers dipertemukan di sebuah ruangan di rumah sakit. Mereka menjadi teman sekamar. Keduanya didiagnosa menderita kanker dan divonis dokter hanya mampu bertahan selama 6 bulan. Edward dan Carter mempunyai karakter yang sangat bertolak belakang. Edward seorang yang kaya raya, namun hidupnya kesepian. Sangat berbeda dengan Carter. Meski hidupnya tidak sekaya Edward, tapi Carter mempunyai keluarga yang mencintainya.

Berawal dari catatan kecil berisi “things to do before i die” milik Carter, yang kemudian membawa dua pria paruh baya ini berkeliling dunia. Mereka melakukan perjalanan dengan mengunjungi tempat-tempat indah di dunia. Perjalanan yang singkat, namun merubah cara pandang mereka terhadap hidup.

Hidup mungkin cukup sederhana, yang membuat dirimu merasa kaya adalah memiliki keluarga yang mencintaimu dan pengalaman hidup yang kamu punya. Ini bukan soal prestasi atau jutaan rupiah -atau milyar- yang kamu punya, tapi seperti apa kualitas hidup yang kita miliki. Hidup adalah tentang penerimaan dan menginvestasi kebahagiaan. Tidak pernah ada yang tahu, apa yang akan terjadi di esok hari. Maka, selagi kamu atau saya masih diberi udara pagi hari yang sejuk, bisa melihat matahari atau senyum orang-orang yang kita kasihi, buatlah kehidupan yang lebih bermakna. Lebih kaya, lebih gila. :)

You only live once, so why not go out in style? -The Bucket List

Hari 13#: Proses Belajar dan Tidak Berhenti Bermimpi

23 Nov

Ada orang yang suka menengok ke belakang. Ada juga orang yang mati-matian menjaga fokusnya untuk bisa berhasil mendapatkan impiannya. Kalau gue mungkin campuran keduanya.

Semua orang punya impian, ya itu harus. Tapi, berapa banyak dari mereka yang benar-benar mendapatkan apa yang mereka impikan? Mungkin sangat mudah saat menuliskan list seperti “10 Daftar Impian Gue” atau mungkin “100 Things to do before you die“, yang seringkali berupa mimpi-mimpi besar.

Nggak salah sih bermimpi besar. Bahkan artis setenar Agnez Monica pun pernah berkata, “Nggak ada mimpi yang terlalu besar.” Saat itu dia berkata kepada sejumlah wartawan yang mewawancarainya tentang undangan dirinya untuk menjadi host di acara American Music Awards (AMA) 2010. Dan akhirnya, tanggal 21 November kemarin, Agnez berada di Los Angeles, menjadi host mewakili Asia. Suatu keberhasilan yang sangat membanggakan, yang tentu tidak dirasakan seorang Agnez Monica saja, tapi juga bangsa Indonesia. Suatu prestasi yang tidak mudah untuk diraih tanpa usaha yang keras.

Ya, mungkin kita nggak seberuntung Agnez, atau seperti si ini atau si itu, yang punya prestasi dan keberhasilan yang wow. Tapi semua orang punya kesempatan yang sama kan, gue, kamu, atau Anda. Semua orang diberi gift atau talenta yang unik dan berbeda-beda. Tidak harus menjadi sama atau menjiplak menjadi orang lain untuk mendapatkan impian. Menjadi diri sendiri dan bangga sama kemampuan sendiri, itu sebuah prestasi juga. Hanya tinggal bagaimana keras kemauan dan keinginan kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Mimpi boleh sama, tapi proses untuk mendapatkannya, setiap orang punya cerita yang berbeda-beda. Proses bicara soal bagaimana kita belajar dan berhasil menghadapi tantangan. Proses bicara waktu dan seberapa tangguh karakter yang kita miliki, akibat pembelajaran yang kita terima. Proses adalah hal yang sebenarnya enggan kita temui, karena kita lebih suka mendapatkan sesuatu dengan cara yang instant. Kalau ada yang lebih cepat dan mudah, kenapa pilih yang susah? Tapi kenyataannya, tanpa proses, -kamu atau saya-, tidak akan sampai pada tujuan atau mimpi.

Lagi-lagi, bicara soal fokus, kemauan, dan sikap yang tidak mudah menyerah. Masalah memang selalu ada, tapi bukankah solusi selalu tersedia, ketika kita mau berusaha sedikit lebih keras untuk mendapatkannya? *duh, ngomong emang gampang ya, pas praktek jangan ditanya deh :p

Bermimpi itu harus, untuk membuat kita terus hidup. Lupakan kegagalan di masa lalu dan pandang hari depan dengan optimis. Mungkin ibarat kaca mobil yang didepan dan kaca spion. Kalau kita terus melihat kaca spion, kita pasti akan menabrak sesuatu di depan kita, karena fokus kita ke belakang. Tapi, lihat bedanya dengan kaca mobil yang di depan. Kaca yang lebih lebar, yang membuat kita melihat lebih banyak dan jelas. Ketika mata kita mengarah ke depan, dengan sendirinya, kita akan lupa untuk menengok ke belakang. Ketika kita fokus melihat ke depan, akan ada harapan disana.

Proses akan menjadi perjalanan yang berarti saat kamu tahu dengan siapa kamu berjalan, visi apa di depanmu, dan kepada siapa kamu menaruh pengharapanmu. Dalam hal ini, aku hanya percaya pada Yesus. Karena Dia berkata dalam Firman-Nya,  “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Amsal 23:18)

Jadi, selamat menjalani proses. Think BIG, start SMALL, act NOW. :)

A journey of a thousand miles must begin with a single step

Lao-Tsu

Hari 12#: Mengajar Bahasa Indonesia

22 Nov

Selalu ada pengalaman pertama untuk segala sesuatu, termasuk hari ini. Gara-gara guru bahasa indonesia nggak datang, jadilah gue ditunjuk menggantikan mengajar. Gue emang suka pelajaran bahasa indonesia dari jaman gue sekolah dulu, bahkan nilai-nilai BI (baca: bahasa indonesia) gue pun selalu cemerlang. :D Tapi, mengajar bahasa indonesia? Nggak pernah terpikirkan sebelumnya. Apalagi ini ngajar bahasa indonesia ke anak TK. Hwaaaa… pengalaman yang asik.

Hari ini gue ngajar di 3 kelas. Kelas pertama di Kindergarten B alias TK B, yang usia anak-anaknya 5 tahun. Gue ngajarin tentang arah mata angin. Parahnya, gue lupa soal mana itu barat daya, timur laut, atau tenggara… Sampai pagi-pagi sebelum ngajar, gue nelpon si guru bahasa indonesia, Bu Betsy. Jadilah Bu Betsy berkomentar, “Gubrak!” Haha. Gue emang buta soal arah mata angin gitu, apalagi peta. Jangan tanya, deh. :D

Selesai ngajar di TK B, lanjut ke TK A pagi dan siang, yang sebagian banyak dari mereka udah gue hapal nama-namanya. Di kelas TK B, gue ngajar huruf baru, ma-me-mi-mo-mu. Mengajar kata-kata yang mudah seperti, makan, mobil, meja, mudik, minum. Dan kata-kata baru yang agak panjang, seperti kata “mutiara”, “melotot”, “mikrofon”. Pas gue nunjukin ke mereka gambar orang yang melotot, gue tanya, “Ini gambar apa, anak-anak?”, trus Maureen di kelas TK A siang menjawab, “juling!!” Gubrak. Padahal gambarnya orang dengan mata yang besar, udah jelas itu mata melotot, tapi anak-anak emang belum tau sih, apa itu melotot. Tapi, kok bisa tau ya istilah “juling”? Diajarin sapa coba? Hihi.

Seru mengajar hari ini. Anak-anaknya pinter semua, meski ada beberapa anak yang perlu berlatih lagi, tapi yang pasti hari ini menyenangkan. Class Supervisor atau wali kelas mereka juga proaktif, jadilah gue banyak terbantu. Anak-anak jaman sekarang hebat-hebat, umur 4 dan 5 tahun udah bisa baca tulis. Jaman gue TK dulu, mungkin taunya cuma menggambar, alias coret-coret, dan main. Main perosotan, ayunan, kejar-kejaran, petak umpet. Haha, seru. :D Baru bisa baca dan tulis, mungkin di SD kelas 1. Itu aja gue jadi kenalan sama si Ani, Budi dan Ibu Budi. :D Ah, jaman emang udah makin canggih, kitanya juga perlu cepet ngikutin biar nggak jauh tertinggal. Di tempat gue aja, anak-anak pra playgroup udah diberi pelajaran komputer, mungkin pas mereka TK atau SD kelas 1, mereka semua udah punya account facebook. Eh, ntar jangan lupa add Miss Yoan ya anak-anak? :D

Guru bahasa indonesia ijin 2 hari, jadilah gue besok masih menggantikan ngajar. Besok materinya review huruf yang sudah pernah diajarkan dan dikte, dimana anak-anak nanti diminta menuliskan kata-kata yang diucapkan oleh guru. Juga ada menulis cerita gambar tunggal untuk anak-anak TK B. Yuk mari, belajar bahasa indonesia :D

Hari 11#: Semawis

21 Nov

Sebagai pendatang baru di kota Semarang, gue punya keinginan untuk mengenal dan datang ke tempat-tempat wisata yang seru di kota ini. Waktu bulan pertama gue pindah ke Semarang, temen gue udah menyarankan untuk pergi ke Semawis. Sebuah pusat jajanan atau makanan di daerah Pecinan, yang hanya buka pada hari sabtu dan minggu saja. Gue jadi penasaran seperti apa tempatnya, dan kebetulan gue juga suka makanan cina. Jadilah keinginan itu baru tercapai malam minggu kemarin. Gue pergi sama Devi -temen kerja gue-, dan adek-adeknya. Oya, lucunya, di kota ini gue jarang dipanggil dengan sebutan ‘mbak’ lho, sekarang seringnya dipanggil ‘cece’. Hihi. Ya mungkin juga karena gue seringnya pergi sama temen-temen gue yang mayoritas keturunan cina. :)

Menikmati Semawis di malam hari membawa kesan tersendiri. Tampak disana kios dan warung yang berjejer rapi, aroma makanan yang menggoda, lampion-lampion yang cantik, dan para pengunjung yang berdiri depan kios, bingung memilih menu. Juga orang-orang tua yang berkumpul di depan televisi, berkaraoke ria, unjuk suara siapa yang paling merdu.

Ramai, riuh, tapi hangat. Akan menyenangkan pergi kesana dengan keluarga atau sahabat, menghabiskan malam dengan ngobrol ngalor ngidul, dan mencicipi makanan juga minuman yang beraneka ragam itu, sambil sesekali mengabadikan moment. Jepret sana, jepret sini, dengan setting pertokoan cina atau bangunan tua, kayak aku :)

Gue sempet googling dan baru tahu kepanjangan dari Semawis, yaitu Semarang untuk Pariwisata. Semawis dibuka sejak tanggal 15 Juli 2005. Semawis itu letaknya di Gang Warung kawasan pecinan. Masuk dari Jalan Kranggan, lurus terus sampai nemu gerbang pecinan yang tinggi. Di Semawis bisa ditemukan makanan khas semarang dan chinese food. Ada pisang plenet, bubur cakar, nasi hainam, sate babi, siomay, jamur, dan berbagai macam es. Semalem gue nyoba sate babi singapore dan es mie cool, yang berwarna biru itu. Enaaakkk. :) Oya, jangan kuatir, buat temen-temen yang muslim, disini juga masih banyak pilihan makanan yang halal kok.

Kalau Anda sedang berkunjung ke Semarang, jangan lupa untuk mencoba sensasi Semawis yaa. Dijamin kenyang :)

Hari 10#: Hepiii Beidei, My Brother :)

20 Nov

Adek, selamat ulang taun yaa!

Segeralah lulus dan jadi seperti yang kamu cita-citakan.

Selalu ingat perjuangan Ayah, dan jadilah anak laki-laki kebanggaan mereka.

Apapun pilihan hidupmu, aku tetap akan mendukungmu.

Ingatlah bahwa hari depan sudah tersedia dengan baik dan indah, kamu hanya perlu mengejarnya dengan sedikit optimis dan memandang segala sesuatu dengan kacamata positif.

Tulislah lembar hidupmu satu taun ke depan dengan antusiasme dan mimpi-mimpi yang kau susun rapi.

Tak pernah ada kata terlambat untuk segala sesuatu, tetaplah optimis!


Kakakmu yang cantik (uhuk!),

Jojo

Hari 9#: Letters to Juliet

19 Nov

The greatest love story ever told, is your own.

Sebagian orang berkata bahwa mereka adalah orang yang mudah jatuh cinta. Sebagian orang berkata sebaliknya. Jatuh cinta adalah perasaan yang tidak mudah mereka miliki, karena butuh lebih dari sekedar rasa simpatik pada seseorang. Jatuh cinta butuh waktu dan kebersamaan yang intim.

Sophie (Amanda Seyfried), seorang editor New Yorker, pergi berlibur ke Verona bersama tunangannya. Liburan yang seharusnya digunakan mereka untuk bersenang-senang bersama, nyatanya tidak seperti itu. Tunangannya, Victor, sibuk dengan kegiatannya menyiapkan berbagai keperluan untuk bisnis restorannya. Sophie akhirnya memilih berkeliling menikmati keindahan kota Verona, dan kemudian perhatiannya terusik saat dia melihat beberapa wanita dari berbagai negara, berkumpul di suatu tempat dan mereka sibuk menulis surat. Sebuah dinding dengan surat-surat cantik tergantung disana. Surat yang ditujukan kepada Juliet. Sophie pun mencari tahu, dan akhirnya menemukan sebuah perkumpulan dimana ada volunteer yang bertugas untuk menjawab surat-surat tersebut.

Sophie pun bersemangat untuk bergabung, dan suatu hari, tanpa sengaja dia menemukan sebuah surat. Sebuah surat yang sudah ditulis 50 tahun yang lalu dan selama ini tersembunyi. Sophie pun me-respond surat tersebut dengan excited. Seminggu kemudian, seorang pria datang ke perkumpulan itu dan menanyakan siapa orang yang membalas surat yang ditujukan kepada neneknya itu. Pria muda itu bernama Charlie (Christopher Egan), dia adalah cucu dari Claire Smith (Vanessa Redgrave), penulis surat itu.

Sophie menyambutnya dengan ramah, karena dia sama sekali tidak menduga bahwa surat yang dibalasnya itu akhirnya membawa dia bertemu dengan Claire, seorang wanita yang berusia senja namun tetap terlihat cantik. Pertemuan Sophie dan Claire membawa mereka pada sebuah perjalanan singkat menemukan cinta sejati, sebuah kisah tentang cinta pertama Claire di masa lalu.

Perjalanan yang tidak mudah untuk menemukan kenangan masa lalu dan menggabungkannya dengan harapan, bahwa cinta sejati Claire, yaitu Lorenzo, masih mengingatnya dengan baik. Kebersamaan dan hari-hari yang dihabiskan Sophie dengan Claire, dan Charlie si cucu yang overprotective itu, membawa kesan yang dalam untuk dirinya. Cinta, perasaan yang tidak mudah dipahami, tapi sangat manis dalam bentuknya yang ajaib. Membuat Sophie berpikir ulang, apakah cinta juga yang mendasari hubungannya dengan Victor tunangannya, atau hanya kebersamaan biasa. Keputusan pun siap diambil Sophie. Dia belajar banyak, bahwa cinta sejati teruji dengan waktu dan moment paling indah, adalah saat kamu menemukan bahwa kamu bisa bahagia dan menjadi dirimu apa adanya, hanya saat bersama dengan orang yang tepat.

***

Film yang manis dengan setting keindahan Italy, yang menawan dengan bangunan-bangunan klasiknya. :)

Hari 8#: Happy Blessday, My Sista :)

18 Nov

Dia bawel. Ngambekan. Tukang makan yang gembar-gembor soal diet, tapi nggak pernah sukses nglakuin. Meski kadang dia ngeselin (hoho), tapi gue sayaaangg sama dia. Satu-satunya adek perempuanku. Dulu pas lo masih kecil dan lucuuu, bikin gue gemes banget sama lo. Sekarang, ngliat lo bertambah gede, ngliat lo berubah jadi feminim, ngliat lo udah punya pacar, gue jadi sadar… it’s means, gue tambah tua. Siaul. HAPPY BLESSDAY, adekku Tina. Cepatlah lulus dan kejar impianmu. Jadilah perempuan yang mandiri, dewasa dalam pemikiran, dan apapun yang terjadi, gue tetep ada di belakang lo. Oya, tambah awet yo sama Mas Bayu-nya. Jangan nikah muda! :D Yang penting nikmati masa muda lo dulu, pelajari banyak hal, dan berkarya sebanyak-banyaknya. Love you!!

 

xoxo, jojo

Hari 7#: Ayah dan Ibuku

17 Nov

Ayah dan Ibuku, merekalah yang mengajariku bahwa dalam hidup, tidak sekedar harus mampu bertahan, tapi juga luwes menikmati kehidupan.

Ayah dan Ibuku, mereka mengajari aku tentang cinta, bahwa cinta tidak hanya diungkapkan lewat kata, tapi juga  dengan kejutan dan perhatian manis, yang tak terlupakan.

Ayah dan Ibuku, mereka menaruh kepercayaan penuh padaku, bahwa aku sanggup menjadi putri sulung kebanggaan mereka.

Ayah dan Ibuku, mereka berdoa tanpa henti untuk aku, Edo, dan adik bungsuku Tina, untuk kami selalu menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan dan bisa menjadi teladan juga berkat, dimana pun kami berada.

Ayah dan Ibuku, mereka selalu berkata padaku, bahwa Tuhan punya rancangan terbaik untuk hidupku, untuk itu aku tidak perlu kuatir tentang masa depanku.

Ayah dan Ibuku, motivator dalam hidupku, yang mengajariku untuk berani melangkah, menuliskan dan menyelesaikan impian-impian kecil, dan menjadi diriku apa adanya.

Ayah dan Ibuku, mereka mengajariku, bahwa dalam hidupku, ada banyak warna selain hitam dan putih. Mereka memintaku untuk bebas memilih warna yang aku suka, dan belajar menggunakan kuas dengan tepat.

Ayah dan Ibuku, mereka selalu menjadi alasanku untuk pulang, merindukan rumah juga kenangan masa kecil, dan masakan Ibu.

Ayah dan Ibuku, tidak sekedar orangtua terbaik yang kumiliki, tapi juga sahabat terbaik yang selalu kubanggakan. Selamanya.

Ayah yang hebat dan Ibu yang super baik hati. I love you both!! Terimakasih, Ayah dan Ibuku, karena mencintaiku tanpa batas.

***

*Kangeeenn. Cepatlah natal, aku ingin pulaaaangg :(

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.